Archive by Author | sentanigemilang

Pembangunan Berkelanjutan

Evolusi Paradigma Ekonomi

evolusi paradigma ekonomi

Pengertian Pembangunan Berkelanjutan :
 Brundland Report  pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak kebutuhan generasi mendatang
 Dalam buku caring for the earth  upaya peningkatan mutu kehidupan manusia namun masih dalam kemampuan daya dukung ekosistem

Inti dari pembangunan berkelanjutan :
1. Upaya memenuhi kebutuhan manusia yang ditopang dengan kemampuan daya dukung ekosistem
2. Upaya peningkatan mutu kehidupan manusia dengan cara melindungi dan memberlanjukan
3. Upaya meningkatkan sumberdaya manusia dan alam yang akan dibutuhkan pada masa yang akan datang
4. Upaya mempertemukan kebutuhan-kebutuhan manusia antar generasi

Sumber : Baiquni dan Susilawardani, 2002, Pembangunan yang tidak Berkelanjutan. Yogyakarta : Transmedia Global Wacana

Visi dan Misi calon Presiden

Gambar

VIVAnews - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla berjanji akan membangun kedaulatan pangan berbasis agribisnis kerakyatan melalui penyusunan kebijakan pengendalian atas impor pangan.

Dalam visi dan misinya yang disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum, Jokowi-JK juga menyampaikan akan melakukan pemberantasan terhadap mafia impor. Menurut Jokowi-JK, para mafia sekadar mencari keuntungan pribadi atau kelompok tertentu dengan mengorbankan kepentingan pangan nasional.

Pengembangan ekspor pertanian menurut keduanya juga harus dilakukan berbasis pengolahan pertanian dalam negeri. Penanggulangan kemiskinan pertanian dan dukungan regenerasi petani juga akan dilakukan melalui pencanangan 1000 desa berdaulat benih hingga tahun 2019.

Dalam visi dan misi setebal 42 halaman yang telah diunggah di situs resmi KPU, Jokowi-JK juga menjanjikan peningkatan kemampuan petani dan organisasi tani serta memperbaiki pola hubungan dengan pemerintah. Terutama pelibatan aktif perempuan petani dan pekerja sebagai tulang punggung kedaulatan pangan.

Jokowi-JK juga menjanjikan pembangunan irigasi, bendungan, sarana jalan, transportasi serta pasar dan kelembagaan pasar secara merata. Rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak terhadap 3 juta hektar lahan pertanian dan 25 bendungan juga akan dilakukan oleh keduanya hingga tahun 2019.

Visi Pertanian Prabowo-Hatta

Sementara Prabowo-Hatta dalam visi dan misinya juga menjanjikan akan mencetak 2 juta hektare lahan baru untuk meningkatkan produksi pangan antara lain beras, jagung, sagu, kedelai dan tebu. Peningkatan produksi menurut Prabowo-Hatta dapat mempekerjakan lebih dari 12 juta orang.

Selain membuka lapangan kerja, peningkatan produksi juga akan mempercepat pengembangan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan produktifitas pertanian rakyat, terutama tanaman pangan termasuk hortikultura, peternakan dan perikanan. Prabowo-Hatta dalam visi misinya setebal 9 halaman juga menjanjikan penambahan dana riset sebesar Rp 10 triliun dari APBN selama 2015-2019.

Peningkatan produktivitas pertanian rakyat di setiap kabupaten juga akan dilakukan jika keduanya terpilih mulai pada tahun 2015. Itu semua menurut Prabowo-Hatta akan disesuaikan dengan pengembangan koridor ekonomi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

sumber : (adi) http://politik.news.viva.co.id/news/read/506116-melihat-visi-pertanian-prabowo-dan-jokowi

Rezim Pasar Internasional

Dari buku `Hira Jhamtani saya menemukan kalimat yg unik “Rezim Pasar Internasional“. Memang benar jika dirasakan, bahwasanya Indonesia sekarang ini lebih dibelenggu oleh pasar. Hal ini sangat terasa sekali terkait dengan aktifitas di pertanian. Apa yg salah dari sistem ini, mengapa rasa-rasanya begitu mendesak dan tidak memberikan kebebasan sama sekali bagi petani-petani kita.

Kita tahu, kita sadar, namun kita tidak bisa berbuat banyak untuk membantu petani. Setidaknya, apa yg kita rasakan ini, menjadi renungan bersama, menjadi satu kata, satu kalimat, satu paragraf, satu tulisan yang bisa menggerakkan hati kita untuk tetap sadar dan selalu mencari solusi, alternatif dari permasalahan ini.

Selalu optimis dengan pertanian masa depan, mulai dari mimpi hari ini, pasti esok nanti akan kita capai. Hidup Pertanian Indonesia!!!!

Testimoni dari Sumut

naskuruAplikasi naskuru pada tanggal 8 maret 2013 diperkebunan jeruk seluas 1 ha milik bpk, KOMANDO SITEPU di Desa Kinepen, Kec. Munte Kab. tanah Karo SUMUT. Dengan aplikasi naskuru 5 ltr dan di tambah dengan ramuan yang kami resep sendiri hasilnya sungguh menakjubkan diantaranya dapat mengusir lalat buah yang selama ini menjadi hama yang tidak teratasi sehingga petani telah gagal panen dalam kurun waktu 1 tahun. Selain itu dampak dari penyemprotan naskuru hama penggerek daun muda pada tanaman jeruk dan penyakit kulit akibat jamur dapat teratasi. Naskuru memang di rancang untuk menghemat biaya produksi karena di dalamnya telah terdapat perangsang akar, daun dan dapat meningkatkan seks ratio sehingga tanaman dapat berbuah di luar musim. Pemakaian dalam kadar yang kecil dapat mengurangi penggunaan pestisida dan insektisida kimia sampai 75 % dan sudah dapat di pastikan ramah lingkungan dan dapat meningkatkan kekebalan tanaman dan menetralisir tanah dari residu bahan kimia yang tidak terproses akibat pemakaian bahan kimia yang terlalu berlebihan. Kami sudah membuktikan sekarang giliran anda. (Andreansyah) UD. SAHABAT TANI SEJAHTERA

Mengenal Berbagai Sistem Hidroponik

2
Mengenal Berbagai Sistem Hidroponik
A. Hidroponik Substrat
Wadah media tanam yang digunakan untuk hidroponik substrat berupa polibag. Ukuran yang bisa dipilih bervariasi, misalnya 25 x 30 cm, 30 x 35 cm, 40 x 45 cm, 45 x 50 cm. Biasanya, dasar dan sisi polibag sudah dilibangi untuk melancarkan drainase dan aerasi. Di dalam polibag tersebut diisi dengan media tanam, antara lain arang sekam, pupuk kandang, serbuk gergaji, kompos, dan pasir. Sebelum digunakan, media arang sekam sebaiknya agak dipadatkan karena tingkat kepadatannya rendah sehingga media mudah ambles, drainase terlampau cepat, dan aliran (lateral flow) ke samping kurang. Dengan memadatkan bagian bawah media, posisi polibag akan tegak rata dan tidak mudah terguling. Setelah polibag tegak, media disiram hingga airnya basah merata dan sampai ke bawah.
Benih dapat ditanam langsung di tanam langsung di tengah-tengah polibag dengan kedalaman 0,5-2 cm, tergantung dari jenis benih sayuran yang ditanam. Jika yang ditanam berupa anak semai, siap dipindahkan ke dalam polibag jika umur dan ukurannya sudah memenuhi syarat untuk dipindahtanamkan.
B. NFT (Nutrient Film Technic)
Sementara pada NFT jauh berbeda dengan hidropinik substrat. Pada NFT, akar tanaman terendam dalam air yang mengandung pupuk. Air bersirkulasi selama 24 jam dan terus-menerus. Sebagian akar terendam dan sebagian lagi berada dipermukaan air. Lapisan air sangat tipis, sekitar 3 mm, sehingga mirip film. Oleh karena itu teknik ini disebut NFT (Nutrient Film Technic).
Tebal lapisan larutan hara pada system ini hanya 3-4 mm. Bentuknya berupa lapisan film yang tipis dan secara konstan mengairi akar. Sistem ini dapat dijalankan selama 24 jam/hari, tetapi dapat juga dijalankan secara terputus-putus dan berseling (intermittend) antara on dan off asalkan waktu off-nya cukup singkat, maksimum 10 menit sehingga tanman tidak layu.
Di mancanegara digunakan talang PVC khusus untuk NFT yang dibuat oleh pabrik berdasarkan standarisasi tertentu. Talang semacam ini tidak tersedia di Indonesia sehingga harus dicari alternative penggantinya. Bahan-bahan seperti fiberglass, multipleks, papan kayu, telah dicoba untuk meniru bentuk aslinya, tetapi hasilnya tetap kurang memuaskan. Akhirnya, digunakan talang rumah seperti yang banyak dipasang di ujung genteng rumah untuk menampung dan menyalurkan air hujan ke bawah. Standar ukuran panjang talang sekitar 4 m. Bentuk talang yang digunakan seperti huruf U dengan dasar yang rata. Lebar bawah talang 11 cm dan tingginya 12 cm.
Talang tersebut dipasang dengan kemiringan 5 % atau turun 5 cm/m. Dengan demikian, untuk talang sepanjang 4 m akan terjadi penurunan sebesar 20 cm. Di ujung atas talang dikucurkan larutan setebal 3-4 mm yang akan mengalir ke ujung bawah talang. Sementara itu, besarnya curah (flowrate) larutan adalah 0,5-1 liter/menit atau tergantung dari fase pertumbuhan dan ukuran tanaman.
Supaya tanaman dapat berdiri tegak, di dalam talang harus dipasangi Styrofoam dengan ketebalan 1 cm. Styrofoam tersebut dilubangi dengan diameter 1,5 cm. Jarak antarlubang 15-20cm untuk sayuran daun dan 30-40 cm untuk sayuran buah. Ke dalam lubang itu dimasukkan anak semai yang didapat dari persemaian dan telah berumur sekitar 2 minggu.
Supaya lembaran Styrofoam tidak menapak, di dasar talang harus diganjal dengan batu split setinggi 3-4 cm sehingga ada rongga udara selebar beberapa sentimeter. Larutan yang mengalir dari ujung atas ke ujung bawah diberi kesempatan untuk mendapatkan oksigen dari udara di dalam rongga tersebut.
Selain untuk menyangga Styrofoam, tebaran batu split di dasar talang juga berguna untuk membelokkan aliran air, sehingga seluruh permukaan dasar talang akan basah merata. Jika tingkat kebasahan dasar talang belum merata sebelum batu split ditebarkan, bisa digelar sehelai kertas Koran selebar dasar talang. Kertas Koran tersebut bekerja seperti sumbu yang akan membasahi seluruh permukaan dasar talang.
Posisi dudukan talang kadang-kadang tidak rata, sehingga aliran larutan hanya terletak di satu sisi. Jika anak semai ditancapkan di tengah-tengah talang, akar sering tidak menyentuh larutan. Akibatnya, anak semai akan layu dan mati. Masa kritis akar anak semai untuk memperpanjang diri dan mencapai larutan hanya sekitar 2 hari. Jika satu akar saja sudah mencapai aliran larutan tersebut, tanaman sudah dapat tumbuh dengan baik.

C. Pemupukan
1. Unsur hara dalam pupuk
Selain memerluakan air, sayuran juga membutuhkan hara (nutrisi) sebagai makanan. Unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg, dan S) dan mikro (Fe, Mn, Cu, Zn, B, dan Mo) merupakan hara yang mutlak diperlukan untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman. Bobot unsure hara untuk setiap jenis sayuran yang berbeda, demikian juga dengan komposisi haranya. Bahkan, komposisi untuk sayuran muda (vegetatif) dan umur tua (generatif) juga berbeda. Untuk meramu pupuk diperlukan ketrampilan, kesabaran, keuletan, dan dasar perhitungan kimia yang kuat.
Bahan utama untuk meramu pupuk hidroponik dapat diperoleh di toko kimia (bukan apotik). Jika membeli secara eceran, harganya sangat mahal. Lebih murah membeli kemasan dalam ukuran besar. Mungkin tidak cukup berbelanja di satu toko saja, tetapi harus menjelajahi beberapa toko untuk mendapatkan bahan baku yang lengkap. Selain bahan yang belum jadi, tersedia juga ramuan pupuk hidroponik yang sudah jadi.
2. Meramu Pupuk untuk Hidroponik
Berbekal ketrampilan secukupnya, meramu pupuk untuk hidroponik menjadi lebih mudah dan menyenangkan
a. Konsep A-B mix
Jika budidaya dilakukan secara konvensional menggunakan media tanah, unsur Ca biasanya tersedia dalam jumlah cukup di dalam tanah dan jarang menunjukkan gejala defisiensi. Karena itu, unsur Ca pada budi daya konvensional dianggap sebagai unsur hara sekunder karena jarang diberikan tambahan unsur Ca dari luar. Memang kadang-kadang tanah diberikan tambahan kapur atau dolomite, tetapi tujuannya adalah untuk meningkatkan Ph tanah. Ca adalah unsur yang mutlak diperlukan dalam jumlah yang sangat besar. Penambahan kapur atau dolomit jarang dihubungkan dengan kebutuhan tanaman terhadap Ca.
Media hidroponik kadang-kadang menggunakan air. Kandungan Ca air sangat rendah sehingga harus diberikan dalam jumlah besar dari luar. Kapur dan dolomite sangat rendah daya larutnya, sehingga tidak dapat digunakan sebagai sumber Ca. Biasanya digunakan kalsium nitrat sebagai sumber Ca karena daya larutnya sangat baik.

b. Cara membuat Pekatan atau Konsentrat (Ramuan Yos 2002)
1. Pekatan A
Bahan Kimia Gram/1.000 liter air
Calcium nitrat (5Ca(NHO3)2. NH4NO3.10H2O) 1.100
Fe-EDTA, 13%Fe 21
Kalium nitrat (KNO3) 540

2. Pekatan B
Bahan Kimia Gram/1.000 liter air
Kalium-di-hidro-fosfat atau Mono kalium fosfat (KH2PO4) 170
Mono ammonium fosfat (NH4H2PO4) 95
Kalium sulfat (K2SO4) 195
Magnesium sulfat (MgSO4.7H2O) 660
Manganium sulfat (MnSO4.4H2O) 8
Cupro sulfat (CuSO4.5H2O) 0,4
Zine sulfat (ZnSO4.7H2O) 1,5
Asam borat (H3BO3) 4
Amonium hepta molybdat (NH4)6Mo7O24.4H2O atau Natrium molybdat 0,1
0,125

Langkah selanjutnya adalah mengambil ember A yang berkapasitas 5 liter. Setiap komponen pekatan A ditimbang dan dimasukkan ke dalam ember. Kemudian, air ditambahkan hingga tepat di garis batas 5 liter dan diaduk hingga semuanya larut. Pekatan A telah siap digunakan. Ember B yang berkapasitas 5 liter juga disiapkan. Setiap komponen pekatan B ditimbang dan dimasukkan ke dalam ember. Kemudian, air ditambah hingga tepat di garis batas 5 liter dan diaduk sampai semuanya larut. Pekatan B telah siap digunakan. Meskipun dinamakan pekatan, kondisinya tetap bening, tidak menjadi keruh dan tidak ada endapan. Pekatan ini dapat disimpan selama bertahun-tahun, asalkan kemasannya ditutup rapat. Cara membuat larutan jadi adalah 5 ml pekatan A dimasukkan kedalam 1 liter air, lalu aduk hingga rata, setelah itu dimasukkan lagi 5 ml pekatan B dan aduk hingga rata. Larutan jadi sebanyak 1 L siap digunakan untuk berhidroponik.

Sumber : Karsono, S. Sudarmodjo. Sutiyoso, Ir, Yos. 2002. Hidroponik Skala Rumah Tangga. Agro Media Pustaka. Jakarta