Inovasi Badan Litbang berhasil Kendalikan Serangan Wereng Batang Coklat

Ancaman dan serangan Wereng Batang Coklat (WBC) yang terjadi di sentra-sentra produksi padi di tanah air berhasil dikendalikan berkat berbagai inovasi teknologi yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono merasa sangat bahagia karena salah satu daerah yang terancam cukup parah dari ancaman dan serangan WBC, seperti Jawa Tengah dapat dikendalikan dengan baik. Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo ketika menghadap Menteri Pertanian belum lama ini juga merasa puas dengan dukungan inovasi teknologi yang diberikan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian sehingga serangan WBC di daerahnya bisa dikendalikan.

Propinsi Jawa Tengah adalah daerah yang semula paling berat terserang WBC. Untuk melakukan pengawalan teknologi, sejak bulan Januari lalu Kepala Badan Litbang Pertanian beserta tim telah melakukan monitoring ke lokasi serangan WBC di Sragen (Jawa Tengah) dan di Ngawi (Jawa Timur).

Pengawalan inovasi teknologi di Jawa Tengah sekarang menunjukkan keberhasilannya, Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo sempat meneteskan air mata melihat varietas Inpari 13 yang ditanam hijau royo-royo. Gubernur Jawa Tengah telah melaksanakan tanam serempak Inpari 13 di Polanhardjo-Klaten-Jawa Tengah, pada 18 Mei 2011. Luas areal pertanaman padi Inpari 13 yang dicanangkan adalah 804 ha, dengan benih padi yang disumbangkan kepada petani sebesar 20.100 kg berasal dari koperasi BB Padi. Tanaman padi Inpari 13 tersebar di 14 desa Kec.Polanharjo. Pada tanggal 17 Juli Gubernur Jawa Tengah dan Dirjen Tanaman Pangan mengunjungi Polanhardjo untuk memantau pertanaman Inpari 13. Hasil pantauan telah dimuat sebuah media cetak, Gubernur menjelaskan bahwa “Padi Inpari 13 Tahan Wereng” dan tentunya Badan Litbang Pertanian, terutama BB Padi harus bangga atas hasil kerjasamanya baik pemulia, pengawal hama, agronomi, dan kebijakan bersatu untuk menghantarkan Inpari 13 sampai di lahan petani sudah nyata.

Tip yang diberikan di Posko Pengendalian WBC, harus tetap waspada : mengaktifkan pengamatan lampu perangkap dan pengamatan lapangan diperkektat. Segera laporkan ke BB Padi bila ada sesuatu gejolak hama dan segera kendalikan pada daerah yang sudah mencapai ambang ekonomi 4 ekor/rumpun untuk harga Rp.3.000/kg GKP.

Pengamatan di Kebun Benih Tegalgondo yang menanam Inpari 13, Inpari 8, Inpari 1, Mekongga, Situ Bagendit, Ciherang dan Hibrida. Yang bertahan terhadap serangan WBC adalah Inpari 13.

(Sumber : Sinar Tani edisi 3-9 Agustus 2011 Tahun XVI)

by PPNSI

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s