IPB Perkenalkan Pertanian Optimum

IPB Perkenalkan Pertanian Optimum

Ilustrasi—MI/Rommy Pujianto/ip
BOGOR–MICOM: Institut Pertanian Bogor tengah mengembangkan sistem pertanian baru dengan mengedepankan unsur optimum, moderen yang lebih baik sebagai salah satu upaya dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian saat ini.

“Saat ini kita sedang mengembangkan “optimum and modern nice farming system” untuk menjawab persoalan pengembangan sektor pertanian yang kian menyempit,” kata Rektor IPB Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto, MS.c usai acara System Expo 2012 yang diselenggarakan IPB di Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/4).

Rektor menyebutkan, kondisi pertanian saat ini sungguh dilematis karena dihadapkan pada lahan pertanian yang semakin menyempit. Pengelolaan lahan pertanian yang ada saat ini belum optimal, kecilnya lahan pertanian sementara biaya produksi besar.

“Lahan pertanian kita dikelola selama ini ada beberapa yang bagus, tapi sebagian besar tidak dengan kondisi optimal. Luas lahan yang dikelola petani sekarang sangat kecil sehingga biaya produksi (fix cost-red) terlalu tinggi,” kata Rektor.

Rektor menyebutkan perlu sebuah sistem untuk melawan fix cost dengan model ekonomi keterampilan (economic soft skill model) yang optimum sehingga para petani dapat terus optimal melakukan tugasnya.

“Kita harus rendahkan fix cost dengan economic soft skill model yang optimum. Tapi cukup moderen dalam program optimum modern nice farming,” katanya.

Rektor menyebutkan, sistem yang dikembangkan saat ini tidak hanya membicarakan petakan sawah yang kecil tapi hamparan sawah yang sangat besar.

Di sana IPB mengajak petani untuk memahami cara menurunkan fix cost dan juga harus dipastikan produk yang dihasilkan bermutu bagus sehingga menguntungkan perdagangan. Ia optimistis dengan pengembangan system pertanian baru tersebut dapat

menjawab tantangan pertanian Indonesia saat ini.

Rektor menambahkan apa yang sedang dikembangkan IPB sejalan dengan pemikiran Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang sedang mengupayakan pengembangan sektor pertanian dari unsur lain seperti program pro beras, pembangunan Pabrik Sagu dan program kliring gudang.

“Ini sejalan dengan yang disampaikan Pak Dahlan. Saat ini IPB sedang berfikir mengembangkan optimum modern nice farming system, menteri BUMN juga berfikir yang sama. Ini akan menjadi harapan kita dalam membenahi sektor pertanian,” ujarnya. (Ant/OL-2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s