Budidaya Tembakau

BUDIDAYA TEMBAKAU

 

PENDAHULUAN
Tembakau adalah produk pertanian yang diproses dari daun tanaman dari genus Nicotiana. Tembakau dapat dikonsumsi, digunakan sebagai pestisida, dan dalam bentuk nikotin tartrat dapat digunakan sebagai obat. Jika dikonsumsi, pada umumnya tembakau dibuat menjadi rokok, tembakau kunyah, dan sebagainya. Tembakau telah lama digunakan sebagai entheogen di Amerika.

 

Komoditi tembakau ini cukup banyak dibudidayakan petani. Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal CV. Sentani Gemilang berusaha membantu meningkatkan produksi tembakau.
SYARAT PERTUMBUHAN

Tanaman tembakau, curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun, Suhu udara yang cocok antara 21-32 derajat C, pH antara 5-6. Tanah  gembur, remah, mudah mengikat air, memiliki tata air dan udara yang baik sehingga dapat meningkatkan drainase, ketinggian antara 200-3.000 m dpl.

 

PEMBIBITAN

ü  Jumlah benih  kurang lebih 8-10 gram/ha, tergantung jarak tanam.

ü  Biji utuh, tidak terserang penyakit dan tidak keriput

ü  Media semai = campuran tanah (50%) + Kompos NASKURU. Dosis pupuk untuk setiapmeter persegi media semai adalah 70 gram DS dan 35 gram ZA

ü  Bedeng persemaian diberi naungan berupa daun-daunan, tinggi atap 1 m sisi Timur dan 60 cm sisi Barat.

ü   Benih direndam dalam  larutan  NASKURU 1 gelas untuk 14 L air selama 1-2 jam lalu dikeringanginkan.

ü  Kecambahkan pada baki/tampah yang diberi alas kertas merang atau kain yang dibasahi hinggaagak lembab. Tiga hari kemudian benih sudah menampakkan akarnya yang ditandai dengan bintik putih. Pada stadium ini benih baru dapat disemaikan.

ü  Siram media semai sampai agak basah/lembab, masukan benih pada lubang sedalam 0,5 cmdan tutup tanah tipis-tipis.

ü  Semprot dengan NASKURU (1 gelas 14 L) selama pembibitan berumur 30 dan 45 hari.

ü   Bibit sudah dapat dipindahtanamkan ke kebun apabila berumur 35-55 hari setelah semai.

 


PENGOLAHAN MEDIA TANAM

ü  Lahan disebari Kompos NASKURU dosis 10-20 ton/ha lalu dibajak dan dibiarkan  kurang lebih 1 minggu

ü  Buat bedengan lebar 40 cm dan tinggi 40 cm. Jarak antar bedeng 90-100 cm dengan arah membujur antara timur dan barat

ü  Lakukan pengapuran jika tanah masam

ü  Lakukan pemupukan dasar NPK

PEMBUATAN LUBANG TANAM

ü   Apabila diinginkan daun yang tipis dan halus maka jarak tanam harus rapat, sekitar 90 x 70 cm.Tembakau Madura ditanam dengan jarak 60 x 50 cm yang penanamannya dilakukan dalam duabaris tanaman setiap gulud. Jenis tembakau rakyat/rajangan umumnya ditanam dengan jarak tanam 90 x 90 cm dan penanamannya dilakukan satu baris tanaman setiap gulud, dan jarak antargulud 90 cm atau 120 x 50 cm.

CARA PENANAMAN

ü   Basahi dan sobek polibag lalu benamkan bibit sedalam leher akar. Waktu tanam pada pagi hari atau sore hari.

PENYULAMAN

ü   Penyulaman dilakukan 1- 3 minggu setelah tanam, bibit kurang baik dicabut dan diganti denganbibit baru yang berumur sama.

PENYIANGAN

ü   Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan pembumbunan yaitu setiap 3 minggu sekali.

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN

ü   Pengairan diberikan 7 HST = 1-2 lt air/tanaman + NASKURU 1 gelas + air 14 l+KNO3 Merah, umur 7-25 HST dst tidak menggunakan NASKURU = 3-4 lt/tanaman, umur 25-30HST = 4 lt/tanaman. Pada umur 45 HST = 5 lt/tanaman setiap 3 hari. Pada umur 65 HST penyiraman dihentikan, kecuali bila cuaca sangat kering.

PEMANGKASAN

ü   Pangkas tunas ketiak daun dan bunga setiap 3 hari sekali pangkas pucuk tanaman saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun di bawah bunga

PANEN DAN PASCA PENEN

ü   Pemetikan daun tembakau yang baik adalah jika daun-daunnya telah cukup umur dan telah berwarna hijau kekuning-kuningan.Untuk golongan tembakau cerutu maka pemungutan daunyang baik pada tingkat tepat masak/hampir masak hal tersebut di tandai dengan warna keabu-abuan. Sedangkan untuk golongan sigaret pada tingkat kemasakan tepat masak/masak sekali,apabila pasar menginginkan krosok yang halus maka pemetikan dilakukan tepat masak.Sedangkan bila menginginkan krosok yang kasar pemetikan diperpanjang 5-10 hari dari tingkatkemasakan tepat masak.Daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas. Waktu yang baik untuk pemetikan adalah padasore/pagi hari pada saat hari cerah. Pemetikan dapat dilakukan berselang 3-5 hari, dengan jumlahdaun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman. Untuk setiap tanaman dapat dilakukanpemetikan sebanyak 5 kali

 

One thought on “Budidaya Tembakau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s