About Naskuru

Naskuru

Oleh : Ir Danar Widiantoro (Direktur CV Merdi Alam Sakina, Wonosobo)Kompos cair merk NASKURU merupakan bahan organik asal kompos yang kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman disamping mampu memperbaiki struktur fisik tanah dan mendinamisasikan kehidupan jasad renik di dalam tanah. Terlebih kompos cair yang berasal dari sampah, diproses secara enzimatis diperkaya dengan urin sapi/kambing/kelinci merupakan produk baru yang sangat unggul dalam dunia pupuk organik.

Industri kompos cair akan mendukung dan mempercepat gerakan pertanian organik yang menjadi sebuah kebutuhan hidup manusia di muka bumi dewasa ini, karena terbukti produk organik terutama pangan menyebabkan peningkatan derajat kesehatan umat manusia, akibatnya produk pangan organik akan terus dicari dan diburu.

Kebutuhan kompos cair dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan dengan program pertanian organik, namun sampai saat ini belum bisa terpenuhi oleh para produsen pupuk organik.

Dengan latar belakang tersebut di atas, peluang usaha kompos cair menjadi terbuka lebar, terlebih-lebih dengan sebuah perancangan usaha yang memadukan antara limbah sampah pasar dan limbah sampah kota dengan urin sapi/kambing/kelinci sebagai bahan baku utama kompos cair, dimana kedua bahan ini masih menjadi pencemar lingkungan, oleh sebab itu usaha ini menjadi sangat prospektif dan menguntungkan.

Ada beberapa dampak positif industri kompos cair tersebut terhadap beberapa aspek meliputi :

Legal Aspec, industri kompos cair merk NASKURU dengan teknologi enzymatis saat ini sudah dikembangkan oleh CV Merdi Alam Sakina (Merdi Asa) yang berkedudukan di Wonosobo, pada saat ini perusahaan telah melakukan riset dan pengembangan produk dengan skala yang luas dan hasilnya benar-benar menunjukkan peningkatan produksi yang sangat diharapkan oleh para petani.

Product Advantage, kompos cair sebagai katalisator proses kompleks biokimia dan sumber hara bagi tanaman dan memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, dan mendinamisasikan kehidupan jasad renik yang beranekaragam di dalam tanah.

Market Advantage, permintaan pasar dalam negeri belum terpenuhi bahkan beberapa merk pupuk cair harus impor dari negara lain, dan harga jual terus mengalami peningkatan. Disamping itu dengan rencana dihapuskannya subsidi pupuk kimia oleh pemerintah, maka peluang kompos cair semakin besar sejalan dengan program pertanian organik yang terus digalakkan oleh pemerintah dan masyarakat konsumen pangan.

Environment Aspec, kotoran cair dari sapi/kambing/kelinci dan limbah cair dari sampah pasar maupun sampah kota akan terolah secara full tecnology dan menghasilkan kompos cair yang berkualitas tinggi sehingga lingkungan tempat usaha tidak tercemar, kompos cair sangat dibutuhkan oleh petani untuk peningkatan produktivitas pertanian dan mengembalikan konservasi lahan yang prima untuk mendukung pertanian organik dimasa mendatang. Dengan terolahnya sampah pasar dan sampah kota menjadi kompos cair berkualitas akan mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan.

Economic and Social Aspec, usaha ini akan menyerap cukup tenaga kerja, menggerakkan sektor perekonomian yang lain, meningkatkan pendapatan pemerintah daerah maupun pusat, menghemat pengeluaran devisa. Disamping itu dengan dimanfaatkannya kompos cair oleh petani dengan hasil produksi pertanian yang meningkat berarti meningkatkan pendapatan petani dan membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Technical and Operation, usaha ini memadukan antara potensi peternakan sapi/kambing/kelinci dengan dengan tempat pembuangan sampah, urin ternak yang diolah dengan teknologi enzimatik yang dicampur dengan limbah cair tempat pembuangan sampah yang juga diolah secara enzimatik akan menghasilkan kompos cair yang berkualitas tinggi, belum dijumpai di Indonesia, kalau ada masih sangat sedikit pengusaha yang memproduksi produk seperti ini. Kompos cair ini berfungsi sebagai sumber hara tanah, merangsang pertumbuhan, dan merangsang pembungaan. Bahan ini bisa digunakan dalam pertanian, perikanan, dan tanaman hias. Sisa dari sampah yang sudah diambil lindinya bisa diolah menjadi kompos padat.

Human Resourcess, tersedianya tenaga ahli dibidang produksi kompos cair dan kompos padat dengan teknologi enzimatis, tenaga kerja yang tersedia cukup murah.

Comparative Advantage, usaha ini padat modal sekaligus padat karya, perlu adanya dukungan dari pemerintah daerah dalam menggerakkan iklim investasi.

Finance dan Product Quality Aspec, usaha ini layak dikembangkan dengan beberapa parameter sebagai berikut :

1.    Biaya produksi per hektar bisa turun 1-5 juta (tergantung jenis tanamannya)
2.    Hasil produksi naik 30 – 200% dari biasanya (tergantung jenis tanamannya)
3.    Kualitas produk pertanian meningkat, menyebabkan harga jual juga meningkat
4.    Penggunaan tenaga kerja berkurang
5.    Menekan penggunaan pestisida kimia

Testimony, tanaman kobis yang ditanam oleh seorang petani (H. Isman) di dusun Limbangan, Kelurahan Mudal, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo pada luasan tertentu biasanya menghasilkan kobis sebanyak 4 ton, dengan penggunaan kompos cair tersebut meningkat menjadi 11 ton. Selain itu tanaman kentang milik Ahmad Sriyadi (Kades Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten banjarnegara) pada luasan tertentu di belakang SD Karangsari, Dieng Kulon biasanya menghasilkan 30 kranjang dengan kualitas A hanya 10%, dengan kompos cair Merk NASKURU menjadi 50 kranjang dengan kualitas A 40% dengan harga 30% lebih tinggi dibandingkan penanaman reguler tanpa kompos cair

Sejarah

Teknologi ini dirancang berdasarkan permasalah yang ada, berkaitan erat dengan menurunnya produktivitas pertanian, akibat eksploitasi lahan pertanian yang terus menerus, kerasnya tekstur dan struktur tanah akibat beban berat produksi, pupuk buatan, pengapuran, tekanan pestisida, herbisida dan fungisida yang kesemuanya berdampak terhadap turunnya produksi pertanian. Atau secara garis besar Enzym Pertanian dirancang/didisain berdasarkan permasalahan yang ada dan kemudian disusun menjadi suatu solusi untuk memecahkan permasalahan yang dipoles oleh suatu ilmu pengetahuan yang maju dengan input/masukan teknologi kedepan yang dikerjakan oleh seorang anak bangsa Indonesia, yang tahu percis keadaan iklim, tanah dan kondisi sosial budaya bangsa dengan segala keterbatasannya. Jadilah produk unggulan, adapun ciri dari produk unggulan harus memenuhi beberapa kriteria:

1) Apabila diuji sesuai dengan disain teknologi.

2) Apabila dibandingkan dengan teknologi konvensional, menunjukan perbedaan yang nyata. 3) Memberikan nilai tambah atau benefit yang nyata dan memadai bagi petani.

4) Harga terjangkau oleh petani dan dapat diproduksi secara massal tanpa tergantung bahan baku import.
5) Aman bagi konsumen dan lingkungan serta tidak merusak habitat ekosistem tanah.

Teknologi digagas sejak tahun 1984 dan diteliti serta dikaji sampai dengan 1990, kemudian dilakukan kaji terap lintas sektoral dan uji dampak terhadap lingkungan 1990 s/d 1999. Selanjutnya disosialisasikan sejak tahun 1999 sampai dengan sekarang.

TEGNOLOGI ENZIMATIS

SOLUSI FUNGSI TEKNOLOGI ENZIMATIS

  • MEMPERCEPAT PROSES PENGURAIAN MIKROORGANISME DALAM TANAH.
  • MEMBUAT NUTRISI MAKANAN DENGAN CARA MENGAKTIFKAN MIKROORGANIME DALAM TANAH.
  • PENETRALISIR ZAT-ZAT KIMIA YANG BERLEBIH DALAM TANAH.
  • MEMBANTU PROSES FOTOSINTESIS PADA DAUN.
    KEUNGGULAN KOMPOS CAIR NASKURU
    HASIL UJI COBA LABOATORIUM IPB


    MENGATAKAN

    MENGHEMAT PESTISIDA KIMIA 75%
    MENGHEMAT PUPUK KIMIA 50%
    MENIGKATKAN HASIL PANEN 200%

Bagaimana menggunakan enzim NASKURU? Berikut metode aplikasi enzim hebat ini agar usaha anda semakin sukses :

Untuk Pertumbuhan – kocor enzim NASKURU ke tanah di seputar tanaman yang berusia di atas 15 hari, baik menggunakan alat gayung atau ujung tangki semprot. Setiap 14 liter air atau satu tangki semprot, cukup dengan 2 sendok KNO 3 Merah, dan satu gelas NASKURU.

Untuk tanaman sayur, seperti cabai,, tomat, semangka, melon, disarankan menggunakan ujung tangki semprot saat mengkocor.

Untuk Merangsang Pembuahan, aplikasi semprot NASKURU, terutama di bagian tangkai yang bakal muncul bunga, atau bawah daun. Sekali lagi semprot daun, atau pangkal bunga disarankan sebelum pukul 9 pagi.

Setiap 14 liter air ( atau satu tangkis emprot air ) disedu dengan 2 sendok KNO 3 putih, dan satu gelas kecil NASKURU.

Semoga anda selalu mendapatkan hasil maksimal, dan Indoensia semakin mandiri kebutuhan pangan.

Teknologi ini dirancang berdasarkan permasalah yang ada, berkaitan erat dengan menurunnya produktivitas pertanian, akibat eksploitasi lahan pertanian yang terus menerus, kerasnya tekstur dan struktur tanah akibat beban berat produksi, pupuk buatan, pengapuran, tekanan pestisida, herbisida dan fungisida yang kesemuanya berdampak terhadap turunnya produksi pertanian. Atau secara garis besar Enzym Pertanian dirancang/didisain berdasarkan permasalahan yang ada dan kemudian disusun menjadi suatu solusi untuk memecahkan permasalahan yang dipoles oleh suatu ilmu pengetahuan yang maju dengan input/masukan teknologi kedepan yang dikerjakan oleh seorang anak bangsa Indonesia, yang tahu percis keadaan iklim, tanah dan kondisi sosial budaya bangsa dengan segala keterbatasannya. Jadilah produk unggulan, adapun ciri dari produk unggulan harus memenuhi beberapa kriteria:

1) Apabila diuji sesuai dengan disain teknologi.

2) Apabila dibandingkan dengan teknologi konvensional, menunjukan perbedaan yang nyata. 3) Memberikan nilai tambah atau benefit yang nyata dan memadai bagi petani.

4) Harga terjangkau oleh petani dan dapat diproduksi secara massal tanpa tergantung bahan baku import.
5) Aman bagi konsumen dan lingkungan serta tidak merusak habitat ekosistem tanah.

Teknologi digagas sejak tahun 1984 dan diteliti serta dikaji sampai dengan 1990, kemudian dilakukan kaji terap lintas sektoral dan uji dampak terhadap lingkungan 1990 s/d 1999. Selanjutnya disosialisasikan sejak tahun 1999 sampai dengan sekarang.

3 Komentar

3 thoughts on “About Naskuru

  1. Saya sudah coba Naskuru, dan hasilnya sudah anggap bagus dan saya mau tanya bagaimana kalau mau beli untuk wilayah Sulawesi (Sulawesi Tenggara)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s