Kerja Sama

Kami CV Sentani Gemilang membuka peluang kerja sama Budidaya Hortikultura, Perkebunan, dan Tanaman Keras dengan sistem bagi hasil

Contoh Kerja Sama Hortikultura Budidaya Cabai

PEMBIAYAAN DAN KELAYAKAN INVESTASI

 

  1. A.   Pembiayaan dan kelayakan investasi
  2. 1.          Deskripsi dan Asumsi

Dalam analisis finansial ini digunakan asumsi-asumsi sebagai berikut :

1)   Usaha dilakukan pada lahan seluas 1.000 m2.

2)   Usaha dilakukan dengan prioritas utama sebagai penghasil buah segar

3)   Harga cabai rata-rata diperhitungkan Rp 7.000,- per kg.

4)   Hasil panen 1 kg/pohon (3000 pohon)

5)   Pembiayaan usaha berasal dari pihak ke II (investor)

  1. 2.          Pembiayaan

Biaya investasi yang diperlukan untuk usaha budidaya cabai skala  usaha 1.000 m2 sebesar Rp 5.529.400,00 (lima juta lima ratus dua puluh sembilan ribu empat ratus rupiah)

Rekapitulasi Biaya Produksi Cabai Seluas 1000 m2

No Keterangan Jumlah
1. Pengolahan Lahan dan Penanaman
Pembuatan Bedengan

600.000,-

Kompos Padat 300 kg @ 1000

300.000,-

Mulsa Plastik 1 rol @ 500.000

500.000,-

  Bibit 3000 buah @ 150

    450.000,-

  Ajir 1.500 uk 1,5 m @ 400

    600.000,-

  Sewa Traktor

70.000,-

Pupuk
– Urea : 16,5kg @ Rp. 1.600

26.400,-

–  ZA 7,5 kg @ Rp 1.600

12.000,-

–  Phonska 30 kg @ Rp 2.500

75.000,-

–  KCL 1.4kg @ Rp 2.500

3.500,-

–  SP36 1,4 kg @ 2.500

3.500,-

2. Pemeliharaan
–  Naskuru 3 derigen @ 85.000

255.000,-

–  KNO3 Merah 2,75 kg @ 13.000

37.750,-

–  KNO3 Putih 0,32 kg @ 15.000

49.500,-

–  Telur Ayam Kampung 4 @ 1.500

6.750,-

3. Pengendalian hama dan penyakit
Matador zeon 250 ml

60.000,-

Ridomil 500 gr

50.000,-

Agrimec 100 ml

100.000,-

Amistartop 250 ml

125.000,-

Curacron 3 liter @ 150.000

450.000,-

Actara 10 gr @ 20.000

20.000,-

4. Sewa Lahan 1000 m2

900.000,-

5. Tenaga Kerja (semprot dll)

750.000,-

Jumlah

5.529.400,-

  1. B.         Kelayakan Finansial

Study kelayakan finansial budidaya cabai keriting ala Naskuru

No

Keterangan

Jumlah

1 Pendapatan usaha & keuntungan budidaya
Pendapatan usaha 3000 kg @ 7.000

21.000.000,-

Biaya

5.529.400,-

Keuntungan

15.470.600,-

2 Analisis titik impas pulang modal (BEP)BEP volume Produksi
Total Biaya Produksi (Rp)

5.529.400,-

Harga ditingkat petani

7.000,-

BEP VP

789 kg

Hasil minimal 789 kg usaha ini tidak mengalami keuntungan maupun kerugian
3 Analisis harga produksi
Total Produksi (Rp)

5.529.400,-

Total Produksi (kg)

3000 kg

Harga per kilo (Rp)

1.843

Harga ditingkat petani 575/kg usaha ini tidak mengalami keuntungan maupun kerugian
4 Analisis kelayakan usaha (B/C Ratio)
Total Pendapatan

21.000.000,-

Total Biaya Produksi

5.529.400,-

B/C Ratio

3,79 > 1

Biaya yang dikeluarkan sebesar 574.748 akan diperoleh penerimaan 2,52 x dari biaya yang digunakan
5 Analisis tingkat efisiensi penggunaan modal Return of Investment (ROI)
Keuntungan usaha

15.370.600,-

Modal usaha

5.529.400,-

ROI

277

Setiap 100,- modal yang dikeluarkan akan memperoleh keuntungan 152,3,-

 

PROSEDUR BUDIDAYA CABAI KERITING

DENGAN TEKNOLOGI ENZIMATIS

  1. A.       Olah tanah sebelum tanam
  2. Perhitungan Biomasa

–    Luas Lahan                                       1000 m2

–    Jumlah Bibit                                     3000 pohon

–    Per lubang                                         2 pohon

–    Target panena per pohon                  1 kg

Perhitungan Biomasa

Panen 3.000*1                                  3000 kg

Kompos 8%*3000                              24 kg/300kg

Phonska 2%*3000                                      60 kg

ZA 0,5%*3.000                                  15 kg

Jumlah                                             315 kg

  1. Olah Tanah

1)       Pembuatan Bedengan

2)       Bedengan dilubangi (koakan)

3)       Bedengan disemprot naskuru dengan komposisi (1 gelas/220 ml + air 14 ltr) diamkan 1 hari

4)       Pemberian biomasa 0,23 kg/lubang

5)       Bedengan disemprot Naskuru dengan komposisi (1 gelas/220 ml + air 14 ltr)

6)       Tutup mulsa (diamkan 5 hari)

  1. Proses Penanaman

1)   Sebelum bibit ditanam bibit disemprot Naskuru + air (secukupnya)

2)   (bibit umur 22-25 hari berdaun 5-6 helai) ditanam, penanaman dilakukan sebelum jam 9 pagi atau sore hari

3)   Pemasangan ajir 1,5 m

  1. Proses Pemeliharaan

1)   Perempelan dilakukan pada umur 10-20 HST

2)   Perlakuan kocor Naskuru setiap 15 hari sekali

a)    Umur 35 HST

b)   Umur 50 HST

c)    Umur 65 HST dsb

(Komposisi Naskuru 1 gelas/220 ml + KNO3 putih 2 sdm + ZA 1 sdm + ½ butir telur + air 14 liter)

  1. Pengendalian hama penyakit Naskuru aman ketika dicampur dengan pestisida apapun, cukup dengan ¼ dosis dari yang dianjurkan + Naskuru 1 gelas/220 ml + air 14 liter
  2.  Panen

Pemanenan dapat dilakukan sebelum umur 90 hari HST, CATATAN : “setiap kali panen keesokan harinya harus dilakukan penyemprotan”

 

 

Contoh Perjanjian Bagi Hasil

 

AQAD/PERJANJIAN BAGI HASIL

 

Dengan mengharap ridho Alloh Swt, pada hari ini …………………… tanggal …………………….. Kami yang bertanda tangan di bawah ini, sepakat mengadakan perjanjian kerja sama dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Nama             : Sokhibudin

Alamat                       : Ngangkruk Paremono Mungkid Magelang

Jabatan                     : Manajer

Dari karenanya bertindak atas nama CV. Sentani Gemilang, selanjutnya disebut PIHAK (1)

  1. Nama              :

Alamat                       :

No.telp/HP              :

Bertindak atas nama investor, yang selanjutnya disebut PIHAK (II)

PIHAK (1) dan PIHAK (II) menyepakati ketentuan kesepakatan perjanjian bagi hasil sebagai berikut :

PASAL 1

Jenis usaha dan nominal

PIHAK (II) menguasakan kepada PHAK (1) permodalan dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Kegiatan usaha     :
  2. Tempat usaha       :
  3. Jumlah Modal      :

Terbilang (…………………………………)

NB : modal dapat berubah menyesuaikan harga pasar dan kondisi lapangan

PASAL 2

Komposisi modal dan bagi hasil

KETERANGAN

PIHAK (I)

PIHAK (II)

JUMLAH

Modal

 0%

100%

100%

Bagi Hasil

 %

 %

100%

PASAL 3

Jangla Waktu

  1. Jangka waktu kontrak              :   ……… tahun
  2. Kontrak aqad dimulai tanggal   :
  3. Tanggal jatuh tempo                 :

NB : Jangka waktu dapat berubah melihat kondisi yang ada

 

PASAL 4

Penyelesaian Masalah

  1. Apabila usaha ini mengalami kerugian maka 100% kerugian ditanggung oleh PIHAK (II) kecuali PIHAK (I) tidak menjalankan SOP atau prosedur budidaya, maka kerugian akan disepakati dengan jalan musyawarah.
  2. Apabila penjualan hasil budidaya sudah dibukukan dalam bentuk tunai maupun kredit, maka pada saat tanggal jatuh tempo atau pada waktu budidaya habis,  PIHAK (I) harus mengembalikan modal kepada PIHAK (II), sesuai transaksi yang terjadi.

PASAL 5

Dengan ditandatangi perjanjian ini, berarti kedua belah pihak telah sepakat untuk memenuhi pasal-pasal di dalamnya. Apabila ada hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini, maka akan ditetapkan kemudian hari yang merupakan pasal-pasal yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.

Semoga Alloh swt meridhoi kerja sama ini. Amin.

Magelang,

PIHAK I

Manajer

Sokhibudin

PIHAK II

investor

Saksi,

SPV Produksi

Nasrodin Hadiyanto

SPV. Administrasi Umum

Hikmah Nur Annisa

1 Komentar

One thought on “Kerja Sama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s